Senin, 21 Mei 2012 , 11:54:00
:
BARIS-BERBARIS: Tokoh muda Yocie Gusman foto bersama pelatih, pembina
dan anggota PKM SMAN 8 Bogor di sela-sela lomba LKBB, kemarin.
RADAR BOGOR-Kerja keras menjadi kunci sukses Paskibra
Karsa Muda (PKM) SMAN 8 dalam meraih sukses di segala bidang. Hal itulah
yang mendasari SMAN 8 mengadakan lomba ketangkasan baris-berbaris
(LKBB). Lombaberlangsung di lapangan SMAN 8, Sabtu (19/5) dan Minggu
(20/5), diikuti 50 sekolah baik dari tingkat SD hingga SMA.Pembina PKM, Upik Yuniati mengatakan kegiatan LKBB ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan SMAN 8 Bogor. ”SMAN 8 melatih para siswanya melalui paskibra untuk menanamkan jiwa mandiri, disiplin dan berorganisasi,” imbuhnya. Sementara, tokoh muda Yocie Gusman mengatakan, diselenggarakannya LKBB Ini sebagai bentuk pembangunan karakter generasi muda agar tetap berprestasi serta memiliki kepribadian yang teguh. ”LKBB ini selain sebagai kegiatan rutinitas juga bisa membangun karakter dan kepribadian siswa,” ungkap Yocie yang juga salah satu sponsor dari kegiatan tersebut. Dari hasil LKBB itu SMAN 1 Cibungbulang keluar menjadi juara pertama. Juara kedua diraih SMAN 1 Leuwiliang, ketiga SMK Taruna Andiga, harapan satu SMAN 1 Cibungbulang dan harapan dua SMAN 7 Bogor. Sedangkan, untuk tingkat SMP, juara pertama SMPN 1 Ciomas, kedua SMP PGRI 5 Bogor, ketiga SMPN 1 Leuwiliang, harapan satu SMP 1 Pamijahan Ciasihan dan harapan dua SMP 1 Pamijahan. Terakhir untuk tingkat SD, juara pertama diraih SDN Ciomas 2, kedua SDN Leuwiliang, ketiga SDN Minsadeng, harapan satu SD Tajur Citeureup dan harapan dua SD Leuwinutug 5. (ram) |
Seputar Kota Bogor
Thursday, May 24, 2012
Latih Kepribadian dengan LKBB
Tuesday, May 8, 2012
Gang Aut: Episenter Happening Kuliner Bogor
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Di Bogor, ada satu gang kecil yang sangat terkenal. Namanya Gang Aut. Begitu kecilnya hingga mungkin tidak ada di peta. Bahkan masih banyak orang Bogor yang belum tahu di letak lorong kecil yang bernama besar dan punya reputasi nasional itu.
Gang Aut adalah sebuah lorong yang letaknya persis di titik akhir Jalan Suryakencana yang kemudian menjadi titik awal dari Jalan Siliwangi. Kalau dari arah pusat Kota Bogor, lorong ini menuju ke kiri, sedangkan ke kanan ada jalan lain yang lebih besar, mengarah ke kawasan Bondongan.
Perempatan itu merupakan "episenter" dari happening kuliner Bogor. Hampir semua jajanan khas Bogor dapat ditemukan di sekitar tempat ini, dari pagi hingga tengah malam. Mohon dicatat, di sini juga ada beberapa makanan non-halal seperti babi panggang, ngohiang, lomi, dan juga ada versi sotomi yang mengandung babi.
Kita mulai dengan menyinggahi Asinan Ahauw yang terkenal karena isinya komplet. Asinan sayurnya memakai: daun antanan (tekim), tauge, wortel, lobak, timun, lokio, sayur asin, tahu, dan oncom. Sedangkan asinan buahnya juga komplet dengan: kemang, canar (anggur bogor), mangga, kedondong, salak, jambu, bengkuang, nanas, labu siam, dan pepaya. Di sebelah Ahauw ini juga ada seorang penjual asinan yang khas memakai bahan jagung bakar.
Di lorong sempit ini ada seorang penjual bir kocok. Ini bukan minuman beralkohol. Mirip bir pletok Betawi, dengan rasa jahe dan berbagai bumbu. Karena dikocok dengan es batu di dalam tabung bambu, maka hasilnya adalah minuman yang berbuih seperti bir. Haha, aya-aya wae! Si Abah sudah meninggal, dan kini diteruskan oleh dua anak laki-lakinya. Minuman segar lainnya di sini adalah manisan pala, manisan mangga, dan manisan sirsak yang dijual oleh beberapa penjaja.
Jangan lewatkan sebuah gerobak yang isinya penuh dengan berbagai jenis pepes, antgara lain: pepes oncom, jamur, teri, usus ayam, peda pete, cumi, telur ikan tengiri, ikan mas, nila, bandeng, dan kembung. Tersedia juga nasi bakar bila Anda ingin sekaligus menyantapnya di tempat. Biasanya saya justru membawanya pulang sebagai tambahan lauk. Harganya tidak murah, tetapi setara dengan mutunya.
Salah satu jajanan favorit saya di sini adalah lumpia basah khas Bogor. Ukurannya super-besar, dengan isi: tauge, bengkuang, tahu, telur, dan ebi. Setiap pesanan dibuat fresh. Di sebelahnya juga ada penjual toge goreng yang kualitasnya cukup bagus, serta berbagai jajanan dan sajian lain.
Menjelang senja, Bang Salam – konon favorit ibu-ibu karena ganteng seperti bintang film – mulai menjajakan soto kuning khas Bogor. Perempatan Gang Aut juga makin semarak di malam hari dengan kehadiran lontong sayur yang tidak kalah populer. Sebetulnya, selain Bang Salam, juga ada beberapa penjual soto kuning di kawasan ini, antara lain Pak Yusuf yang mangkal di depan BCA.
Bila semua jajanan di atas tadi belum juga cukup untuk memuaskan Anda, coba track back beberapa puluh meter ke belakang. Di sisi Jalan Suryakencana itu masih ada satu ikon kuliner Bogor lainnya, yaitu Nasi Goreng Pete Goan Tjo. Nasi goreng gurih dengan aroma harum ebi, dan pete yang nutty. Yummmmm!
Kuliner Gang Aut
Pertigaan Jl. Siliwangi
dan Jl. Suryakencana
Bogor
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Di Bogor, ada satu gang kecil yang sangat terkenal. Namanya Gang Aut. Begitu kecilnya hingga mungkin tidak ada di peta. Bahkan masih banyak orang Bogor yang belum tahu di letak lorong kecil yang bernama besar dan punya reputasi nasional itu.
Gang Aut adalah sebuah lorong yang letaknya persis di titik akhir Jalan Suryakencana yang kemudian menjadi titik awal dari Jalan Siliwangi. Kalau dari arah pusat Kota Bogor, lorong ini menuju ke kiri, sedangkan ke kanan ada jalan lain yang lebih besar, mengarah ke kawasan Bondongan.
Perempatan itu merupakan "episenter" dari happening kuliner Bogor. Hampir semua jajanan khas Bogor dapat ditemukan di sekitar tempat ini, dari pagi hingga tengah malam. Mohon dicatat, di sini juga ada beberapa makanan non-halal seperti babi panggang, ngohiang, lomi, dan juga ada versi sotomi yang mengandung babi.
Kita mulai dengan menyinggahi Asinan Ahauw yang terkenal karena isinya komplet. Asinan sayurnya memakai: daun antanan (tekim), tauge, wortel, lobak, timun, lokio, sayur asin, tahu, dan oncom. Sedangkan asinan buahnya juga komplet dengan: kemang, canar (anggur bogor), mangga, kedondong, salak, jambu, bengkuang, nanas, labu siam, dan pepaya. Di sebelah Ahauw ini juga ada seorang penjual asinan yang khas memakai bahan jagung bakar.
Di lorong sempit ini ada seorang penjual bir kocok. Ini bukan minuman beralkohol. Mirip bir pletok Betawi, dengan rasa jahe dan berbagai bumbu. Karena dikocok dengan es batu di dalam tabung bambu, maka hasilnya adalah minuman yang berbuih seperti bir. Haha, aya-aya wae! Si Abah sudah meninggal, dan kini diteruskan oleh dua anak laki-lakinya. Minuman segar lainnya di sini adalah manisan pala, manisan mangga, dan manisan sirsak yang dijual oleh beberapa penjaja.
Jangan lewatkan sebuah gerobak yang isinya penuh dengan berbagai jenis pepes, antgara lain: pepes oncom, jamur, teri, usus ayam, peda pete, cumi, telur ikan tengiri, ikan mas, nila, bandeng, dan kembung. Tersedia juga nasi bakar bila Anda ingin sekaligus menyantapnya di tempat. Biasanya saya justru membawanya pulang sebagai tambahan lauk. Harganya tidak murah, tetapi setara dengan mutunya.
Salah satu jajanan favorit saya di sini adalah lumpia basah khas Bogor. Ukurannya super-besar, dengan isi: tauge, bengkuang, tahu, telur, dan ebi. Setiap pesanan dibuat fresh. Di sebelahnya juga ada penjual toge goreng yang kualitasnya cukup bagus, serta berbagai jajanan dan sajian lain.
Menjelang senja, Bang Salam – konon favorit ibu-ibu karena ganteng seperti bintang film – mulai menjajakan soto kuning khas Bogor. Perempatan Gang Aut juga makin semarak di malam hari dengan kehadiran lontong sayur yang tidak kalah populer. Sebetulnya, selain Bang Salam, juga ada beberapa penjual soto kuning di kawasan ini, antara lain Pak Yusuf yang mangkal di depan BCA.
Bila semua jajanan di atas tadi belum juga cukup untuk memuaskan Anda, coba track back beberapa puluh meter ke belakang. Di sisi Jalan Suryakencana itu masih ada satu ikon kuliner Bogor lainnya, yaitu Nasi Goreng Pete Goan Tjo. Nasi goreng gurih dengan aroma harum ebi, dan pete yang nutty. Yummmmm!
Kuliner Gang Aut
Pertigaan Jl. Siliwangi
dan Jl. Suryakencana
Bogor
Tuesday, April 24, 2012
Daftar Obyek Wisata Kota Bogor
Bogor memiliki banyak objek wisata yang menarik.
Mengunjungi kota Bogor memiliki berbagai kesan yang mendalam, serasa
mengunjungi kota masa lampau karena ada banyak peninggalan masa lalu,
seperti: prasasti BatuTulis dan gedung-gedung peninggalan-peninggalan
zaman penjajahan Belanda dulu.
Juga terkesan mengunjungi kota Ilmu Pengetahuan,
karena disini kita menjumpai banyak perguruan tinggi ternama seperti
IPB, Universitas Pakuan, UIK dan banyak lagi sekolah-sekolah kejuruan
yang dikenal baik. Bahkan disini kita akan menjumpai banyak Institusi/
Lembaga Penelitian Ilmiah seperti: CIFOR dan Balai Penelitian Karet juga
museum-museum yang banyak dikunjungi sepanjang tahun seperti: Museum
Zoologi, Museum Etnobotani dan masih banyak lainnya.
Kesan lain sebagai kota jasa, kita dengan mudah
menjumpai pusat-pusat perbelanjaan yang nyaman di Kota Bogor seperti:
Eka Lokasari Plaza, Bogor Trade Mall dan Jambu Dua Mall. Tak kalah
indahnya, kita masih bisa menikmati indahnya alam di kebun yang luas
yaitu Kebun Raya Bogor dan sejuknya beberapa ruas jalan kota yang
dinaungi pohon-pohon rindang, seperti ruas jalan Ahmad Yani dan ruas
jalan Dr. Semeru.
Untuk mengetahui detail dari masing-masing objek
wisata yang bisa dinikmati di Kota Bogor, klik link detail dari daftar
nama objek wisata beikut:
Bogor has many interesting tourism objects. Visiting
Bogor City will give us many deep impressions. such as visiting old
memorable city, because here we find many ancient objects like Stone
Incription and old buildings from dutch colonial era.
Istana Bogor
Kebun Raya Bogor
Gedung Museum Etnobotani
Museum Zoologi
Museum Tanah
Plaza Kapten Muslihat
SituGede
Museum Peta
Museum Perjuangan
Rancamaya
Batutulis
Gedung Bakorwil
Gedung Balaikota
Mesjid Raya Bogor
Hotel Salak
Gereja Katedhral
Klenteng Hok Tek Bio
Makam Raden Saleh
Mesjid Empang
Stasiun Bogor
Sunday, April 15, 2012
Sejarah
Pakuan sebagai pusat Pemerintahan Pajajaran terkenal
pada pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baginda Maharaja) yang
penobatanya tepat pada tanggal 3 Juni 1482, yang selanjutnya hari
tersebut dijadikan hari jadi Bogor, karena sejak tahun 1973 telah
ditetapkan oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor sebagai hari jadi Bogor
dan selalu diperingati setiap tahunnya sampai sekarang.
Sebagai akibat penyerbuan tentara Banten ke Pakuan Pajajaran catatan mengenai Kota Pakuan tersebut hilang, baru terungkap kembali setelah datangnya rombongan ekspidisi orang-orang Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687, dan mereka meneliti Prasasti Batutulis dan situs-situs lainya yang meyakini bahwa di Bogorlah terletak pusat Pemerintahan Pakuan Pajajaran.
Pada tahun 1745 Gubernur Jendral Hindia Belanda pada waktu itu bernama Baron Van Inhoff membangun Istana Bogor, seiring dengan pembangunan jalan Raya Daendless yang menghubungkan Batavia dengan Bogor, sehingga keadaan Bogor mulai bekembang.
Pada masa pendudukan Inggris yang menjadi Gubernur Jendralnya adalah Thomas Rafless, beliau cukup berjasa dalam mengembangkan Kota Bogor, dimana Istana Bogor direnovasi dan sebagian tanahnya dijadikan Kebun Raya (Botanical Garden), beliau juga memperkejakan seorang Planner yang bernama Carsens yang menata Bogor sebagai tempat peristirahatan yang dikenal dengan Boeitenzorg.
Setelah Pemerintahan kembali kepada Hindia Belanda pada tahun 1903, terbit Undang-undang Desentralisasi yang bertujuan menghapus sistem pemerintahan tradisional diganti dengan sistem administrasi pemerintahan modern sebagai realisasinya dibentuk Staadsgemeente diantaranya adalah:
1. Gemeente Batavia ( S. 1903 No.204 )
2. Gemeente Meester Cornelis ( S. 1905 No.206 )
3. Gemeente Boeitenzorg ( S. 1905 No.208 )
4. Gemeente Bandoeng ( S. 1906 No.121 )
5. Gemeente Cirebon ( S. 1905 No.122 )
6. Gemeente Soekabumi ( S. 1914 No.310 )
(Regeringsalmanak Voor Nederlandsh Indie 1928 : 746-748)
Pembentukan Gemeente tersebut bukan untuk kepentingan penduduk Pribumi tetapi untuk kepentingan orang-orang Belanda dan masyarakat Golongan Eropa dan yang dipersamakan (yang menjadi Burgermeester dari Staatsgemeente Boeitenzorg selalu orang-orang Belanda dan baru tahun 1940 diduduki oleh orang Bumiputra yaitu Mr. Soebroto).
Pada tahun 1922 sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap peran desentralisasiyang ada maka terbentuklah Bestuursher Voorings Ordonantie atau Undang-undang perubahan tata Pemerintahan Negeri Hindia Belanda (Staatsblad 1922 No. 216), sehinga pada tahun 1992 terbentuklah Regentschaps Ordonantie (Ordonantie Kabupaten) yang membuat ketentuan-ketentuan daerah Otonomi Kabupaten (Staatsblad 1925 No. 79).
Propinsi Jawa Barat dibentuk pada tahun 1925 (Staatsblad 1924 No. 378 bij Propince West Java) yang terdiri dari 5 keresidenan, 18 Kabupaten (Regentscape) dan Kotapraja (Staads Gemeente), dimana Boeitenzorg (Bogor) salah satu Staads Gemeente di Propinsi Jawa Barat di bentuk berdasarkan (Staatsblad 1905 No. 208 jo. Staatsblad 1926 No. 368), dengan pripsip Desentralisasi Modern, dimana kedudukan Bugermeester menjadi jelas.
Pada masa pendudukan Jepang kedudukan pemerintahan di Kota Bogor menjadi lemah karena pemerintahan dipusatkan pada tingkat keresidenan yang berkedudukan di Kota Bogor, pada masa ini nama-nama lembaga pemerintahan berubah namanya yaitu: Keresidenan menjadi Syoeoe, Kabupaten/Regenschaps menjadi ken, Kota/Staads Gemeente menjadi Si, Kewedanaan menjadi/Distrik menjadi Gun, Kecamatan/Under Districk menjadi Soe dan desa menjadi Koe.
Pada masa setelah kemerdekaan, yaitu setelah pengakuan kedaulatan RI Pemerintahan di Kota Bogor namanya menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarakan Udang-undang Nomor 16 Tahun 1950.
Selanjutnya pada tahun 1957 nama pemerintahan berubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai dengan Undang-undang Nomor. 1 Tahun 1957, kemudian dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 1965 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 berubah kembali menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor.
Dengan diberlakukanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor dirubah menjadi Kota Bogor. [sumber: website pemkot Bogor]
Subscribe to:
Comments (Atom)

